Minggu, 18 Mei 2014

Wanita dan Rumah Perasaan.


Aku ingin kuat

Ini kopas, pingin belajar tentang kekuatan untuk bangkit


Satu dari kelemahan yang ada pada wanita adalah ketidakmampuan sebagian besarnya untuk tidak bisa menahan perasaan kesedihan ketika satu musibah menyelimuti hati mereka.
Bisikan kepedihan tak mampu mereka bendung, duri dihati mereka seolah tak bisa mereka cabut.
Gambaran akan perasaan sedih yang tak mampu terkalahkan pada sebagian besar wanita tergambarkan dari lisan seorang shohabiyah yang sangat ternama, dialah Ummu Athiyah Rodiyallahu Anha yang mengatakan :
" أخذ علينا النبي صلى الله عليه وسلم عند البيعة أن لا ننوح فما وفت منا امرأة غير خمس نسوة "
Ummu Athiyah mengatakan bahwa Rasulullah telah membaiat para wanita untuk tidak meratap (karna kematian) dan tidak ada yang mampu melaksanakannya selain 5 orang wanita.
Subhanallah... Sungguh Ucapan Ummu Athiyah adalah benar yang menggambarkan akan terkalahkannya sebagian wanita dengan perasaan sedih yang menyelimuti jiwa dan perasaannya.
Dan beruntunglah dan berbahagialah ketika wanita itu mampu untuk sedih pada Awal musibah dengan menjaga kesabarannya dan tidak meratap pada awal musibahnya , karna pahala dari musibah akan terasa cuman diawalnya :
" إنما الصبر عند صدمة اﻷولى"
Sesungguhnya kesabaran itu ada pada awal benturan.
Sungguh, Wanita yang memiliki kekuatan Imanlah yang mampu mengalahkan perasaan dan bisikan hatinya.
Adalah wanita ketika berpisah dengan sang kekasih Suami tercinta, terkadang wanita itu hanyut dalam perasaan kerinduan , namun wanita beriman dia akan mengalahkan ombak kerinduan tersebut dan merajut hati dan jiwanya Pada Robb Alam semesta.
Wahai wanita, jangan pernah masukkan dalam rumah perasaanmu Syaithon,
tutup Rapat rapat rumah perasaanmu sebagaimana pesan Rasulullah Kepada Ummu Salamah yang sedang dirundung duka atas meninggalnya sang suami tercinta Abu Salamah dengan nasehat emas Rasulullah :
"أتريدين أن تدخلي الشيطان بيتا أخرجه الله منه"
Apakah engakau Ummu Salamah ingin memasukkan Syaithon dirumah yang Allah telah mengeluarkannya dari rumah tersebut?".
Terus semangat.....
Wanita yang sukses adalah wanita yang didoakan,
dipuji suaminya,
disenangi tetangganya,
dan dihormati oleh teman-temannya.
via Fiqih Wanita Umat TV

BELAJAR TENTANG KEIKHLASAN

Bismillah
Yaa...
Aku ingin belajar mengenai keikhlasan.......
Apakah sebenarnya ikhlas itu.
Secara mudah ikhlas banyak diartikan dengan memberi tanpa mengharap balasan.
Tangan kanan memberi tanpa tangan kiri tahu mengenai kejadian tersebut.
Unconditional love.......
Begitu.......
Mudah ( entah tanda tanya atau tanda seru )

Aku belum tahu.
Aku mau tahu
Tapi yang jelas sepertinya aku belum merasakan hal tersebut. ( jelas, tapi pake sepertinya, perempuan banged ga sihhh)
Mungkinkah seseorang memberi tanpa mengharap kembali ( seperti lagu kasih ibu...kepada beta....tak terhingga sepanjang masa....hanya memberi..tak harap kembali...bagai sang surnya menyinari dunia...: sebentar jum dulu kemasa kecil. Lagu ini selalu dinyanyikan karena menunjukan betapa kasih dan sayang ibu tak terkira luar biasa kepada anaknya.
Aku sangat percaya itu. Tapi kalo dipikir pikir kok lagu ini ada myth nya ya, mendewakan matahari banget...( ha ha ha kebanyakan nonton konspirasi, Yahudi dajjal, Fremansory, atau Mumammadiyah banged karena ada lagu Sang Surya milik Muhammadiyah # lirik # Sang Surya.....telah bersinar......syahadat.....dua melingkar....dst ga apal....

Upsss,balik lagi , beloknya kejauhan.
Tadi tentang ikhlas......
Belajar tentang keikhlasan...
Tentu kata ini abstrak, kata kerja, kata sifat, kata benda ( harus lihat di kamus besar bahasa indonesia KBBI)
Sebagai kata sifat, ikhlas memang sifat kan??
Bahwa sebagai muslim maka kita harus memiliki sifat ikhlas..Ikhlas dalam memberi, ikhlas dalam menerima pemberian apapun itu,
Sepertinya aku ga pandai menjelaskan ikhlas sebagai kata sifat ( ya ya , jangankan menjelaskan , aplikasinya aja belum gimana mau ngomongin hal itu, pembohong itu namanya, ndak ekspert)
Apalagi kalo mau ngomongin ikhlas sebagai kata kerja......?
Yang namanya kata kerja kan kata aktif, berarti ada perbuatan yang dilakukan....
Whaa,,,, tambah mumet aku.

berlanjut....setelah dapet ilmu

trus dapet gambar ini :
Tahapan ikhlas


















PERJALANAN INI SANGAT MELELAHKAN, BIMBING AKU.....

Bismillah

Hari ini Senin 19 Mei 204

Setelah sekian lama memendam seluruh isi kepala, memendam seluruh rasa, biarkan ia mengendap di dalam dada saja.
Ya , mengendap, bukan menguap bersama nafas menuju udara atas.
Ketika semua rasa tak terurai, rasa tersebut tak jelas seperti apa, apakah pahit, apakah manis, apakah asin, atau asam.
Jawabnya tidak tahu....
Tetapi bukan juga rasa tersebut adalah hambar.
Memperhatikan orang orang yang kehilangan, kehilangan apapun, sebesar atau sekecil sekalipun, maka marah menjadi hal pertama yang dirasakan,
Pada saat itu semua rasa menjadi satu, tak tentu
Tak terasa
Tak mengerti....
Akhirnya rasa itu pun menjadi lemah...Akhirnya setelah lelah dengan perjuangan yang dahsyat
Perjuangan untuk memahami tentang apa yang terjadi
Diripun berkata : ok, biarkan semua terjadi....
Aku cuma ingin ada di sudut ini
Bukan..Bukan untuk meratapi
Sama sekali bukan
Hanya ingin menikmati rasa ini.....
Entah rasa ini apa
Tetapi , biarkan aku sendiri......
Memandangi kilasan kilasan kejadian
Kilasan kilasan tawa
Kilasan kilasan air mata
Tetapi itu semua indah dalam pikiranku
Kakiku sudah tak mampu untuk berdiri..
Aku ingin duduk di sudut ini..
Sendiri........














Senin, 12 Mei 2014

The Strangers Al Ghuroba : kembali kepada sunnah

The Stranger Al Ghuroba : kembali kepada sunnah
Hidayah itu menyapa jika kau buka jendela 

Hari ini dapet cerita dari suami sesudah pengajian di Blok M Square. Tema kajian ini adalah " Siapa yang tak suka musik??

Tentu yang dibahas bukan " suka musik". Tapi kisah kisah mantan pemusik yang kembali kepada agama yang hanif ini.... ( siap siap tisue, sampe berderai derai deh)

Ada rasa haru, rasa biru, rasa sedih, rasa senang, gembira, ta'jub,  Subhanallah.......
Apabila hidayah Allah menyapa, maka sebanyak apapun tato ditubuh yang dipunya, ternyata badan yang mirip preman pun bisa jatuh terkulai, tunduk dibawah hidayah Allah Subhanahu Wata'ala.......

Banyak orang yang mengenal band band ini, Banyak anak muda yang menggilai, meng-idolai kepiawaian mereka bermusik, mereka EXIST dengan musik. Mereka happy, mereka main musik. Mereka sedih, mereka main musik. Salah satu Quote yang pernah aku baca , dalam aliran pemusik, apapun yang terjadi, entah senang, entah galau, jadikan kondisi itu bermanfaat ( menjadi produktif) yaitu dengan bermusik --> jadi akan tetap menhasilkan pundi pundi material.

Diantara gemerlapnya hidup, hinggar binggar alunan musik, ternyata ada jiwa yang gersang. Ternyata hidup hanya berputar dan tidak memberikan rasa kenyang. Tidak membasahi jiwa yang kehausan. Ada rasa tidak puas. Ada rasa yang hampa. Ada rasa yang kosong dalam hidup.

Sekencang suara di lontarkan!!!! Sekeras terompet dibunyikan !! Sekuat tenaga menabuh drum!! Ada rasa yang kosong. Jiwa melayang layang tak tentu arah. Kembali , semakin lebih kencang, lebih keras, semakin membuat huru hara guna melampiaskan rasa yang tak menentu........

Tidak puas......tidak puass... dan tidak puas...... Tetapi jiwa semakin lelah... mengejar sesuatu dengan tidak terarah.... Tidak tahu mengejar kepuasan yang seperti bagaimana....

Lemah sudah jiwa dan raga....Hidup ternyata melelahkan....Ketika akhirnya hidayah itu menyapa...Ada rasa haru disana. Tubuh tak mampu berbuat apa apa. Air mata penyesalan mengalir deras...Aku telah salah melangkah selama ini. Aku salah. Semua keasyikan itu, semua kesenangan itu, semua popularitas dan adrenalin yang mengalir itu ternyata tidak nikmat....tidak menyenangkan.. tidak memuaskan

Air mata yang mengalir hangat, meleleh perlahan demi perlahan ....sungguh sangat mendamaikan. Ada pujian lirih tersampaikan....kepada Robb Yang telah mengingatkan, mengisi dengan bait bait Firman Nya, mengingatkan... mendamaikan...menyanyangi..memberikan hidayah Nya kepada seorang manusia yang sedang mencari kebenaran... mencari tujuan hidup...mempertanyakan  " untuk apa aku dihidupkan"


Allahu Akbar....Allahu Akbar telah sesat aku...telah sesat aku... Robbigh firlii....Robbigh firlii....Ya Allah Yang Maha Pengampun... Ampuni aku...Ampuni aku...ampuni kesalahanku.... Hamba Mu telah salah melangkah. HambaMu telah sesat...tiada kata selain ampuni aku ya Allah.....Ampuni aku...

Maka ketika hidayah Nya menyapa, tiada yang dapat menghalanginya....Tangisan ini sangat nikmat.. sangat menyenangkan...sangat mengharukan...Emosi ini mengisi semua sel sel dalam tubuh...mengalir bersama darah keseluruh penjuru jasad ini..sambil berpikir inilah iman.. ada suka..ada gembira..tetapi ada pula penyesalan yang dalam.

Gembira karena Allah maha pemberi hidayah, Allah berikan peringatan dengan kelembutannya, Allah masih sayang pada hamba yang telah banyak berbuat salah..bersyukur telah dipilih oleh Allah ...bersyukur....sangat bersyukur...

Robbanaa laa tuzigh qulubanaa ba'da idh hadaitana.wahablanaa milladunka rohmatan..innaka antal wahhab
Untaian doa ini terus menerus dilafadzkan....sebagai ungkapan rasa syukur bahwa diri telah kembali kepada jalan Allah, sebagai rasa syukur tidak disesatkan, dan sebagai pengharapan untuk terus diistiqomahkan menempuh jalan ini, jangan ambil hidayah yang telah menerangi hati ini, menyejukkan jiwa ini, menenangkan jiwa ini..

Ya Allah jangan palingkan dari kebenaran

Hidayah



The Strangers Al Ghuroba : saat itu kami tidak tahu






ps : gambar dengan label The Strangers  milik https://www.facebook.com/profile.php?id=100008163881042&ref=ts&fref=ts

Kisah diatas bukan berdasar pengakuan  The Strangers.




Surat Lamaran Sederhana : Karena aku juga manusia biasa........

Surat Lamaran Sederhana


Berikut adalah contoh Surat Lamaran Sederhana dari seorang lelaki kepada seorang wanita, Enjoy saja isi dari Surat Lamaran Sederhana tersebut. Nikmati dan hayati maknanya....
Happy Reading........

KeRana diA ManuSia BiasA...

Setiap kali ada sahabat yang ingin menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suami/isterimu? Jawabannya ada bermacam-macam. Bermula dengan jawaban kerana Allah hinggalah jawaban duniawi.

Tapi ada satu jawaban yang sangat menyentuh di hati saya. Hingga saat ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban dari salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Kemudian membuat keputusan menikah. Persiapan pernikahan mereka hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak hairan. Proses pernikahan seperti ini selalu dilakukan. Dia bukanlah akhwat, sebagaimana saya. Satu hal yang pasti, dia jenis wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami.

Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sukar untuk membuka hati. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menganggapnya serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi.

Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tarikh pernikahannya. Serta meminta saya untuk memohon cuti, agar dapat menemaninya semasa majlis pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya.
Sebenarnya.. ..!!!
Saya ingin tau, kenapa dia begitu mudah menerima lelaki itu. Ada apakah gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia boleh memutuskan untuk bernikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk ketika itu (benar-benar sibuk).
Saya tidak dapat membantunya mempersiapkan keperluan pernikahan. Beberapa kali dia menelefon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa perkara. Beberapa kali saya telefon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya. That’s all……Kami tenggelam dalam kesibukan masing-masing.

Saya menggambil cuti 2 hari sebelum pernikahannya. Selama cuti itu saya memutuskan untuk menginap dirumahnya.
Pukul 11 malam sehari sebelum pernikahannya, baru kami dapat bercerita -hanya- berdua. Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu kami. Pada awalnya kami ingin bercerita tentang banyak hal.

Akhirnya, dapat juga kami ngobrol  berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak perkara kepada saya. Beberapa kali Mamanya mengetok pintu, meminta kami tidur.
“Aku ngak bisa tidur tidur.” Dia memandang saya dengan wajah bersahaja. Saya faham keadaanya ketika ini.
“Matikan saja lampunya, biar disangka kita dah tidur.”
“Ya.. ya.” Dia mematikan lampu neon kamar dan menggantinya dengan lampu yang samar. Kami meneruskan cerita secara berbisik-bisik.
Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kami lakukan. Kami cerita banyak hal, tentang masa lalu dan impian-impian kami. Wajah keriangannya nampak jelas dalam kesamaran. Memunculkan aura cinta yang menerangi kamar ketika itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendamkan.

“Kenapa kamu memilih dia?” Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari baringnya sambil meraih HP dibawah bantalku. Perlahan dia membuka laci meja hiasnya. Dengan bantuan lampu LCD HP dia mengais lembaran kertas didalamnya.
Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan sekeping envelop kepada saya. Saya menerima HP dari tangannya. Envelop putih panjang dengan cop surat syarikat tempat calon suaminya bekerja. Apa ni. Saya melihatnya tanpa mengerti. Eeh…, dia malah ketawa geli hati.
“Buka aja.” Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas putih bersaiz A4, saya melihat warnanya putih. Hehehehehehe. …….

Saya menggeleng-gelengka n kepala sambil menahan senyum. Sementara dia cuma ketawa melihat ekspresi saya. Saya mula membacanya.Saya membaca satu kalimat diatas, dibarisan paling atas. Dan sampai saat inipun saya masih hafal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu………

************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* *******
 

Kepada Yth ………
Calon isteri saya, calon ibu anak-anak saya, calon menantu Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya
Assalamu’alaikum Wr Wb
Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silakan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai.
Saya, yang bernama ………… … menginginkan anda ………… … untuk menjadi isteri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Buat masa ini saya mempunyai pekerjaan.
Tetapi saya tidak tahu apakah kemudiannya saya akan tetap bekerja. Tapi yang pasti saya akan berusaha mendapatkan rezeki untuk mencukupi keperluan isteri dan anak-anakku kelak.

Saya memang masih menyewa rumah. Dan saya tidak tahu apakah kemudiannya akan terus menyewa selamannya. Yang pasti, saya akan tetap berusaha agar isteri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan.
Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja.
Oleh kerana itu. Saya menginginkan anda supaya membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa.
Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Kerana saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik.
Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istiqarah berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda.
Yang saya tahu, Saya memilih anda kerana Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari sekarang ini.
Saya memohon anda sholat istiqarah dulu sebelum memberi jawaban pada saya. Saya beri masa minima 1 minggu, maksima 1 bulan. Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin
Wassalamu’alaikum Wr Wb

************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ***
Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat ‘lamaran’ yang begitu indah.


Sederhana, jujur dan realistik. Tanpa janji-janji yang melambung dan kata yang berbunga-bunga. Surat cinta biasa.
Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.

“Kenapa kamu memilih dia……?”
“Kerana dia manusia biasa…….” Dia menjawab mantap. “Dia sadar bahawa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya.
Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kami kemudian hari. Entah kenapa, justru itu memberikan kesenangan tersendiri buat aku.”
“Maksudnya?”
“Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada. betuI tak? Paling tidak…. Aku tau bahawa dia tidak akan frustasi  kalau suatu masa nanti kami jadi miskin.
“Ssttt…….” Saya menutup mulutnya. Khuatir kalu ada yang tau kami belum tidur. Terdiam kami memasang telinga.

Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kami saling berpandangan lalu gelak sambil menutup mulut masing-masing.
“Udah tidur. Besok kamu mengantuk, aku pula yang dimarahi Mama.” Kami kembali berbaring. Tapi mata ini tidak boleh pejam. Percakapan kami tadi masih terngiang terus ditelinga saya.
“Gik…..?”
“Tidur…… Dah malam.” Saya menjawab tanpa menoleh padanya. Saya ingin dia tidur, agar dia kelihatan cantik besok pagi. Rasa mengantuk saya telah hilang, rasanya tidak akan tidur semalaman ini.
Satu lagi pelajaran dari pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sadar dengan kemanusiannya. Sadar bahawa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitu juga dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah terpahat sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahannya kelak.
Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tetapi sebuah ‘proses usaha’. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, tahta dan ‘nama’.
Status diri yang selama ini melekat dan dibanggakan (aku anak orang ini/itu), ditanggalkan.
Ketika segala yang ‘melekat’ pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi kerana Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan segalanya pada Allah yang membuat senarionya.
Maka semua menjadi indah.

Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap HambaNYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan.
Kita hanya boleh memohon keridhoan Allah. MemintaNYA mengurniakan barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah.
Jadi, bagaimana dengan cinta?

Ibu saya pernah berkata, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya.
Agar cinta itu dapat bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Cinta tumbuh kerana suami/isteri (belahan jiwa).

 Syahdu sekali membaca cerita diatas, Ya, sangat manusiawi ( jadi banyaaaak dalam kepala untuk dibicarakan.
Kopas dengan edit sederhana dari  :
http://zarithelda.blogspot.com/search?updated-max=2010-11-18T22:20:00%2B08:00&max-results=7
http://safrony.wordpress.com/2011/03/21/surat-lamaran-nikah-yang-sederhana-tapi-penuh-makna/

Sederhana tapi Penuh makna, karena aku juga manusia biasa